Apa Perbedaan SPF dan PA pada Sunscreen? Kenali Fungsi dan Cara Membacanya
Kebanyakan orang hanya melirik satu angka di kemasan sunscreen, yaitu SPF. Padahal ada kode lain yang tidak kalah penting, yaitu PA. Banyak yang menganggap keduanya mengukur hal yang sama, padahal SPF dan PA memberikan informasi tentang perlindungan terhadap jenis sinar UV yang berbeda. Kalau kamu paham perbedaannya, memilih sunscreen jadi lebih mudah, bukan sekadar mengejar angka SPF paling tinggi di rak toko.
Apa Itu UVA dan UVB?
Sinar matahari yang mencapai kulit kita terdiri dari beberapa jenis radiasi ultraviolet. Dua yang paling relevan untuk urusan skincare adalah UVA dan UVB.
UVB memiliki panjang gelombang lebih pendek dan energinya lebih banyak memengaruhi lapisan permukaan kulit. Radiasi ini merupakan salah satu penyebab utama kulit terbakar atau memerah setelah terlalu lama terpapar matahari.
Sementara itu, UVA punya panjang gelombang lebih panjang sehingga bisa menembus lapisan kulit lebih dalam, dan berperan besar dalam proses photoaging dan perubahan kulit akibat paparan UV jangka panjang, seperti munculnya kerutan dan berkurangnya elastisitas kulit. UVA juga dapat mencapai kulit sepanjang hari, dan sebagian sinarnya dapat menembus kaca, sehingga paparan UV tetap relevan bagi orang yang banyak beraktivitas di dekat jendela.
Karena karakteristik dan efeknya berbeda, perlindungan terhadap UVA dan UVB sama-sama perlu diperhatikan ketika memilih sunscreen. Di sinilah SPF dan PA berperan.
Apa Itu SPF pada Sunscreen?
SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor. Angka ini menunjukkan tingkat perlindungan sunscreen terhadap UVB yang berkaitan dengan terjadinya kulit terbakar, dibandingkan dengan kulit yang tidak menggunakan sunscreen.
SPF bukan tentang berapa lama kamu bisa berjemur. SPF 50 bukan berarti kamu bisa berada di bawah matahari 50 kali lebih lama dibandingkan tanpa sunscreen. Angka ini lebih tepat dipahami sebagai ukuran tingkat perlindungan terhadap paparan UVB, terutama yang berkaitan dengan risiko kulit terbakar.
Semakin tinggi angka SPF, semakin besar tingkat penyaringan terhadap radiasi UVB, meski kenaikannya tidak berbanding lurus. Efektivitas perlindungan yang didapatkan di kulit juga bergantung pada kondisi pemakaian.
Jadi, SPF 15, 30, atau 50 lebih baik dilihat sebagai gambaran tingkat perlindungan, bukan patokan mutlak yang berlaku sama di semua situasi.
Yang justru penting untuk diperhatikan adalah seberapa banyak sunscreen yang diaplikasikan, seberapa merata penggunaannya, serta apakah sunscreen digunakan kembali sesuai kondisi aktivitas.
Apa Itu PA pada Sunscreen?
PA adalah singkatan dari Protection Grade of UVA, yaitu sistem penilaian yang berasal dari Jepang dan banyak digunakan di negara Asia, termasuk Indonesia, untuk menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVA.
Berbeda dengan SPF, PA menggunakan simbol tambah. Secara umum, semakin banyak tanda plus yang tercantum, semakin tinggi tingkat perlindungan UVA yang ditunjukkan oleh rating tersebut.
- PA+ menunjukkan perlindungan UVA pada tingkat dasar
- PA++ menunjukkan perlindungan UVA sedang
- PA+++ menunjukkan perlindungan UVA tinggi
- PA++++ menunjukkan perlindungan UVA sangat tinggi
UVA berkontribusi terhadap photoaging dan perubahan kulit akibat paparan UV dalam jangka panjang. Karena itu, rating PA membantu konsumen menilai aspek perlindungan terhadap UVA yang tidak ditunjukkan oleh angka SPF saja.
Apa Perbedaan SPF dan PA?
SPF dan PA sama-sama muncul pada label sunscreen, tetapi memberikan informasi mengenai perlindungan terhadap jenis radiasi UV yang berbeda.
SPF memberikan informasi mengenai perlindungan yang terutama berkaitan dengan UVB, sementara perlindungan terhadap UVA dapat dilihat melalui informasi PA yang tercantum pada kemasan atau informasi resmi produk.
Melihat SPF dan PA secara bersamaan memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai perlindungan UV yang ditawarkan sebuah sunscreen.
Apakah SPF Tinggi Selalu Berarti Sunscreen Lebih Baik?
Angka SPF yang tinggi memang terdengar meyakinkan, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa baik sunscreen memberikan perlindungan pada kulit.
Beberapa hal lain juga penting untuk diperhatikan:
- Perlindungan terhadap UVA yang ditunjukkan oleh rating PA
- Jumlah sunscreen yang digunakan setiap kali pemakaian, karena penggunaan yang terlalu tipis dapat mengurangi tingkat perlindungan yang didapatkan
- Cara mengaplikasikannya, termasuk memastikan produk tersebar secara merata pada area kulit yang terpapar
- Konsistensi penggunaan setiap hari, bukan hanya saat cuaca terlihat terik
- Kebutuhan untuk mengaplikasikan ulang, terutama jika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, berkeringat, atau terkena air
Dengan kata lain, sunscreen dengan SPF tinggi tetap perlu digunakan dengan cara yang tepat agar perlindungan yang ditawarkan dapat diperoleh secara optimal. Kebiasaan penggunaan yang konsisten menjadi bagian penting dari perlindungan kulit sehari-hari.
Bagaimana Memilih Sunscreen untuk Penggunaan Sehari-hari?
Beberapa faktor berikut bisa menjadi pertimbangan saat memilih sunscreen untuk dipakai setiap hari:
- Tingkat SPF dan PA yang sesuai dengan intensitas aktivitas di luar ruangan
- Jenis UV filter yang digunakan, baik mineral maupun kimiawi, karena keduanya memiliki karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda
- Tekstur produk, apakah ringan, mudah diratakan, dan nyaman digunakan di bawah makeup
- Ada atau tidaknya white cast, terutama bagi yang lebih menyukai hasil akhir transparan
- Kecocokan dengan rutinitas skincare yang sudah dijalankan
- Aktivitas harian, karena kebutuhan perlindungan dapat berbeda antara orang yang lebih banyak berada di dalam ruangan dan orang yang sering beraktivitas di luar
Tidak ada satu sunscreen yang otomatis cocok untuk semua orang. Mengenali kebutuhan kulit dan aktivitas sehari-hari menjadi langkah penting sebelum menentukan produk yang akan digunakan.
Contoh Mineral Sunscreen untuk Penggunaan Sehari-hari
Mineral sunscreen merupakan salah satu kategori sunscreen yang menggunakan mineral UV filter seperti zinc oxide dan titanium dioxide untuk membantu melindungi kulit dari paparan radiasi UV. Jenis UV filter ini banyak digunakan dalam formulasi sunscreen dan dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang yang mempertimbangkan karakteristik bahan serta tekstur produk saat memilih perlindungan harian.
Sebagai contoh, Majestic Day Repair menggunakan zinc oxide dan titanium dioxide sebagai mineral UV filter, dengan SPF 20 PA++. Menurut informasi resmi produk, formulanya memiliki tekstur ringan dan hasil akhir transparan tanpa white cast.
SPF 20 PA++ merupakan tingkat perlindungan yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas harian. Seperti sunscreen pada umumnya, penggunaan dalam jumlah yang cukup, aplikasi yang merata, serta pengaplikasian ulang sesuai kondisi penggunaan tetap perlu diperhatikan.
FAQ Seputar SPF dan PA
Apakah sunscreen tanpa label PA berarti tidak melindungi dari UVA?
Tidak selalu. Sebagian produk dapat memberikan perlindungan terhadap UVA meskipun tidak mencantumkan rating PA pada kemasan, tergantung pada regulasi dan standar pelabelan di negara asalnya. Jika ingin memastikan, periksa informasi resmi produk atau klaim perlindungan UVA yang tercantum pada kemasan.
Apakah sunscreen tetap perlu dipakai ulang meskipun SPF-nya tinggi?
Ya. Perlindungan sunscreen dapat berkurang akibat keringat, air, gesekan, atau aktivitas lainnya. Karena itu, pengaplikasian ulang tetap perlu diperhatikan sesuai kondisi penggunaan dan petunjuk produk, terlepas dari angka SPF yang tercantum.
Apakah mineral sunscreen lebih baik daripada chemical sunscreen?
Keduanya menggunakan jenis UV filter dengan karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit, preferensi terhadap tekstur, serta kenyamanan dalam penggunaan sehari-hari. Tidak ada satu jenis yang otomatis lebih unggul untuk semua orang.
Kesimpulan
SPF dan PA bukan dua angka yang bisa dipertukarkan begitu saja. SPF berkaitan dengan perlindungan terhadap UVB yang berperan dalam terjadinya sunburn, sementara PA menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVA yang berkontribusi terhadap photoaging dan perubahan kulit akibat paparan UV jangka panjang.
Memilih sunscreen yang tepat berarti memperhatikan keduanya, bukan hanya mengejar angka SPF paling tinggi. Selain itu, jumlah penggunaan, aplikasi yang merata, konsistensi pemakaian, dan pengaplikasian ulang sesuai kondisi juga menjadi bagian penting dari perlindungan kulit sehari-hari.
SENTUL SITE

